Kali ini saya akan membagi pengetahuan tentang adat istiadat yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia kita ini, mulai dari Mentawai, daerah yang sedang ditimpa bencana ini di kalangan penduduknya terdapat kebiasaan mengikir gigi. Uh… bisa dibayangkan sakitnya gigi yang dikikir seperti itu!! Dan kebiasaan adat ini hanya boleh dilakukan untuk kalangan anak- anak saja hal ini tidak menjadikan mereka gentar sedikitpun, bagaimana ya kalau kita yang jadi mereka mungkin sebalum pengikir gigi mendarat di mulut kita, kita sudah lari tunggang langgang hehehe…. Adat ini tidak diperbolehkan untuk para orang dewasa/ bagi yang sudah menikah karena itu sudah menjadi larangan secara turun temurun.
Untuk selanjutnya, kita berada di Pulau Lombok, pernahkan kita melihat nenek atau kakek kita memakan daun sirih? biasanya kita menganggap itu kebisaan kuno untuk jaman moderen sekarang ini, namun di Pualu ini mengunyah sirih merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat desa.Kebiasaan ini tidak hanya dilakukan oleh para sesepuh desa saja namun para remaja dan orang- orang dewasa juga ikut mengambil alih juga dalam kebiasaan ini.. Mungkin dibayangan kita sekarang ini apa enak daun sirih itu? hm.. walaupun tidak terasa enak seperti permen ataupun gula- gula, tapi dalam ilmu kedokteran daun sirih membantu membersihkan gigi kita dari sisa- sisa makanan yang menempel di gigi kita dan membuat gigi kita menjadi putih mau mencoba kah anda?
Kita beralih lagi ke daerah Toraja, Sulawesi. Saudara kita yang bertempat tinggal di sini berbeda cara menyampaikan sesauatu dengan kita kalau kita yang biasanya berkomunikasi via internet, sms, surat, e-mail dan lain sebagainya. Pada daerah ini mereka menyampaikan amanat, pesan, nasehat larangan maupun harapan bagi semua kalangan melalui karya pahatan- pahatan cantik nan elok yang biasanya selalu meraka gantung pada tempat- tempat yang dianggap tepat menaruhnya.
Sedangkan di daerah Lampung , bila seorang yang meninggal dunia sebelum menikah , maka semua pakaiannya akan dibagi- bagikan ke seluruh keluarga ataupun kerabat- krabatnya sampai tiada yang tersisa, dipercayai dengan begitu arwahnya tidak akan mengganggu lagi. wah ngeri juga ya..
Nah, yang ini kita berada di daerah Gayo, di daerah ini dukun sunat merangkap menjadi peramal nasib / kehidupan anak yang disunat, dengan melihat caranya darah menetes.. hii… ngeri.. takut.. takut..
Di Daerah Kab. Tapanuli Utara bila sebuah kampung kemasukkan macan tetua kampung akan segera berkeliling memberi teguran dan petunjuk , sebab peristiwa itu menandai adanya pelanggaran norma setempat yang telah ada sejak nenek moyang.
Dan, yang terakhir, di daerah asmat Irian Jaya, masih sangat melekat budaya nenek moyang salah satunya adalah para penduduk banyak yang masih membawa kemana- mana tengkorak leluhurnya sebagai jimat. Bila kebetulan mereka berkumpul di Balai, para lelaki menanggalkan jimat dan menitipkannya di tempat yang telah disediakan. Wah, jadi merinding sendiri membayangkannya.. bagaiman mnurut anda semua.. saya tunggu komentarnya..
